Showing posts with label #FF100kata. Show all posts
Showing posts with label #FF100kata. Show all posts

Wednesday, 29 January 2014

E-Book: The Best of #ff100Kata


Beberapa bulan yang lalu, Syndi dan Naztaa mengadakan proyek #FF100Kata yaitu menulis flash fiction dengan jumlah kata sebanyak 100 dengan tema yang ditentukan setiap harinya. Proyek ini berlangsung selama lima belas hari. Founder dan co-founder ini dengan sangat baik hati mengumpulkan naskah-naskah (yang menurut mereka terbaik diantara yang baik) dan dijadikannnya sebuah e-book. Terima kasih atas apresiasinya ini ^^ . Naskah saya ada dua di dalamnya. 

Kalian bisa unduh e-book ini di sini . Selamat membaca ^^

Thursday, 21 November 2013

Tidak Berjodoh

Gambar diambil dari sini

“Ipo, kau tahu toh, Tuhan sudah mencatat nama seseorang sebagai jodohmu. Tapi masih bolehkah menyelipkan satu nama versi kita?” cerosos Ilo sambil mencomot pisang epe’nya.
“Beberapa juga bolehji. Kasi’ selipmi saja,” ucap Ipo cuek kemudian menyeruput sarabbanya.

Ilo berniat ketika sampai di rumah, dia akan menyelipkan beberapa nama itu pada doa’nya sehabis shalat.

“Tuhan, mauka sama Rina yang anak STIKES. Uppi, anak MIPA juga manis. Leli, tetangga rumah baik sekali. Jadikan salah satunya jodohku. Amin.”

Di tempat Tuhan sendiri. Sebelum Ilo mengenal beberapa nama itu, Tuhan sudah menakdirkan semuanya meninggal duluan. Tuhan lalu mencoret nama Ilo dari daftar penerima jodoh.


Diikutsertakan dalam #FF100Kata

*NB : FF di atas menggunakan dialeg Sulawesi Selatan 


Wednesday, 20 November 2013

Genosida Imaji


Gambar diambil dari pinterest.com


“Ran, kamu harus lihat ini,” kata Evi terus menyeretku menuju kantin kampus.

Belum sampai di kantin, aku terhenti. Dari jauh aku sudah mengetahui yang akan diperlihatkan Evi. Rino, duduk bersama dengan seseorang yang berlabelkan mantannya. Dua tahun sudah aku bersamanya ternyata tidak mengubah penyakitnya itu. Aku dikuasai amarah. Aku mendengus keras. Pikiranku mulai liar. 

Aku melihat Rino dan beberapa laki-laki ditawan, tangannya diikat. Aku sebagai pemimpin pasukan yang semuanya perempuan, menjerat mereka. Kami memenggal kepalanya, memotong penisnya, menggorengnya, menguliti tubuhnya yang tidak berotot sama sekali. 

“Aww, ” jeritku. Evi mencubit pipiku.
“Kenapa bengong?”
“Ternyata Rino tak sembuh dari gaynya,” gumamku.


Diikutsertakan dalam #FF100Kata

Monday, 18 November 2013

Istri Idaman


Gambar diambil dari pinterest.com


Aku melihat abangku yang tengah menatap layar laptopnya dengan sangat serius. Semenjak dia menginjakkan kakinya di kampus tempatnya berkuliah saat ini, kehidupannya mulai berubah. Dia menjadi sangat pendiam dan penuh rahasia. 

Belakangan ini kuperhatikan pakaiannya pun berubah. Celananya menggantung dan lebar, dia selalu memakai baju koko, janggutnya pun dibiarkan tumbuh memanjang. Kini aku sudah berada di balik punggungnya tanpa dia sadari. Aku melihat dia memandangi foto Adriana Lima, model kesukaannya sejak dulu.

“Katanya sudah jadi udztas.”
Dia terlonjak kaget.

“Na, abang mau istri seperti dia.”
Aku terbelalak, tidak percaya.

“Iyah. Katanya, berhubungan seks itu hanya setelah menikah. Dia sungguh terhormat.”


Diikutsertakan dalam #FF100Kata

Tatapan Delapan Koma Dua Detik

Gambar diambil dari pinterest.com

Lelaki yang menatapmu selama delapan koma dua detik pertanda dia menyukaimu.

Aku duduk menatap cermin, lama sekali. Kaca jendela sengaja kubuka, membiarkan angin pagi itu masuk dan membelai rambutku. Senyumku tersungging memandangi wajahku yang mulai memerah.

Lelaki yang sejak dulu kukagumi, yang matanya setajam mata elang itu kemarin menatapku delapan koma dua detik. Pandangan kami bertemu, dalam ketegangan, aku mulai menghitung lama tatapannya. Rasanya tubuhku menjadi seringan kapas.

Aku duduk seorang diri di kafe, tempat tatapan delapan koma dua detik itu kudapat. Lelaki itu ada juga. Kudapati dia menatap, selama delapan koma dua detik juga, tetapi kini dengan yang lain.


Diikutsertakan dalam #FF100Kata

Sunday, 17 November 2013

Oh, Sapu Terbang Fairy

Gambar diambil dari pinterest.com

Wizardes mengintip ke kamar adiknya, dia dan Fairy tertidur dengan nyenyaknya. Hampir setiap hari Fairy yang hanya tinggal seorang diri selalu bertandang ke rumahnya, menginap bersama adiknya.
Wizardes, sejak pertama bertemu langsung jatuh hati padanya. Dadanya begitu sesak setiap ada Fairy namun menyentuhnya saja dia tak sanggup. 

Ini malam ketujuh Fairy menginap, ketujuh kalinya pula Wizardes mengendap untuk mengambil sapu terbang Fairy ketika dia tertidur. Di dalam kamar, Wizardes menaiki sapu terbang itu, sembari bergoyang dan menggesekkan kelaminnya.

Malam itu tanpa disangka, sapu terbang mengamuk.

“Aku berjenis lelaki bodoh. Aku tidak jadi menggauli Fairy karena kamu terus mencuriku tiap malam!”


Diikutsertakan dalam #FF100Kata